Minggu, 15 Maret 2015

isnuansa dot com: Resep Bekal Piknik Cantik Bareng Balita

isnuansa dot com: Resep Bekal Piknik Cantik Bareng Balita


Resep Bekal Piknik Cantik Bareng Balita

Posted: 14 Mar 2015 10:11 PM PDT

Saya pengen piknik di taman ngajak Diana. Beberapa waktu lalu belum bisa terlaksana karena mikirin gimana masak bekelnya. Pengennya sih piknik di hari kerja, supaya taman juga nggak padet-padet amat, karena biasanya taman menjadi penuh orang saat liburan akhir pekan. Pas kesempatan bisa pergi di hari kerja, saya tentu nggak menyia-nyiakannya. Langsung bangun di pagi buta buat masak bekel piknik, sesuatu yang langka banget bisa saya lakukan karena biasanya bangun siang, hahaha.

Bekel piknik ini sudah dirancang yang segampang mungkin dan nggak pakai ribet. Tentunya, juga nggak pakai yang berkuah-kuah ya. Langsung deh, saya cari ide bergerilya menclok sana-sini ke berbagai blog, dan ketemulah sama resep nasi bakar yang kayaknya sedep kalau dibawa piknik. Oke deh kalau begitu, sepulang kerja mampir dulu ke super market buat beli keperluan masaknya. Kebetulan Olive Oil di rumah juga sudah habis, jadi sekalian beli deh.

Memasak Bekal Piknik, Nasi Bakar Sehat
• Prep time: 10 min
• Cook time: 30 min
• Total time: 40 min
• Yield: 3
• Difficulty: easy
• Recipe type: Breakfast

Ingredients:
• 400 gram beras, cuci bersih
• 2 tangkai daun bawang, iris tipis
• 50 gram jamur, iris tipis
• 25 gram teri, goreng
• ½ sendok teh garam
• 100 ml Olive Oil untuk menggoreng teri
• 3 sendok teh Olive Oil untuk menumis
• 250 ml santan
• 500 ml air
• Bumbu halus: 3 butir bawang merah, 2 butir bawang putih, 1 butir kemiri, 2 cm kunyit.
• 1 gulung daun pisang

Directions:
• Tumis bumbu halus dengan Olive Oil sampai harum.
• Masukkan beras, jamur, teri yang sudah digoreng, daun bawang, air, santan dan garam, lalu masak hingga airnya habis.
• Kukus hingga matang menjadi nasi.
• Bungkus nasi dengan daun pisang hingga bentuknya mirip dengan nasi timbel. Padatkan dan semat dengan lidi.
• Bakar nasi sampai berbau harum. Siap digunakan sebagai bekal piknik.

Siiiplah! Sebelum jam 7 pagi, semua sudah siap. Saya siapkan bekal dan memasukkan ke dalam tas, suami bertugas memandikan dan memakaikan baju ke Diana. Jam 8, waktu yang pas buat berangkat piknik. Orang-orang yang ngantor dan sekolah pagi sudah sampai, dan jalananpun sudah agak lenggang dibandingkan hiruk-pikuk di pagi hari.

Sampai Taman Surapati, langsung cari pohon yang rindang dan gelar tiker. Buka bekelnya dan mulai sarapan. Diana lahap bener lho, makan nasi bakar teri ini.  Setelah menyantap bekal, siap-siap deh ngajak Diana jalan-jalan di sekeliling taman. Udara yang segar, perut yang kenyang dengan makanan sehat dan tempat bermain yang luas, jadi bikin piknik bersama keluarga jadi ceria!

The post Resep Bekal Piknik Cantik Bareng Balita appeared first on isnuansa.com.

Kamis, 12 Maret 2015

Jimmy Sun

Jimmy Sun

Link to Jimmy Sun

Kenali Produk yang Anda Jual

Posted: 11 Mar 2015 06:50 PM PDT

kenali produk yang anda jual
Source

Bagaimana reaksi Anda ketika Anda masuk ke sebuah toko, melihat produk yang Anda tertarik untuk membelinya, kemudian menanyakan fiturnya kepada penjual, dan penjualnya menyuruh Anda menanyakannya langsung ke produsen karena mereka di sana hanya menjual produknya saja? Masih mau beli di toko itu?

Kemarin di sebuah website portal jual-beli, saya lihat sebuah notebook dari sebuah produsen komputer ternama yang sangat bagus dan menarik. Tapi ada 1 fitur dari notebook tersebut yang bikin saya penasaran dan saya tidak menemukan jawabannya setelah googling. Cara satu-satunya untuk mendapatkan jawabannya yaitu bertanya langsung ke yang jual dong :)

Lalu saya pun mengirim pesan kepada penjual itu, yang nama tokonya cukup beken dan tokonya ada di mall-mall besar, menanyakan fitur itu. Dan jawabannya adalah “untuk pertanyaan tersebut bisa langsung tanyakan service xxx center terdekat biar lebih pasti karena kami hanya menjual barang dari xxx”. Merknya ga usah disebut di sini ya..

Menurut saya apa yang dilakukan toko ini kurang tepat. Pertama, mereka tidak punya product knowledge yang cukup, apalagi yang saya tanyakan bukan hal yang sangat teknis. Kedua, sudah tahu bahwa mereka tidak tahu, mereka tidak mau cari tahu pula. Seharusnya mereka mencoba dulu mencari tahu ke produsen apa yang menjadi pertanyaan konsumen dan mencoba menjawabnya dulu.

Sebetulnya saya tidak keberatan harus tanya langsung ke produsennya, tapi kata-kata di belakangnya yaitu “kami hanya menjual barang dari xxx” yang rasanya kurang pas di hati. Jadi kalau ada apa-apa si penjual ini kemungkinan besar tidak akan mau membantu pembelinya, semuanya dilempar ke produsen. Berbeda sekali ketika saya beli peralatan elektronik lainnya yang tokonya mengatakan kalau ada apa-apa atau kalau ada kesulitan silakan datang kembali ke tokonya dan mereka pasti akan bantu. Bahkan kalau mau klaim garansi pun bisa ke toko dan tokonya yang akan bantu uruskan.

Jadi intinya, bagi Anda yang berjualan baik offline maupun online, kenalilah produk yang Anda jual sedalam mungkin. Dan jangan suruh konsumen mencari jawaban sendiri, karena mereka bisa pergi bertanya ke penjual lain yang bisa menjawab dan mereka akan beli di sana, bukan di Anda. Seperti pengalaman saya ini, saya tidak akan membeli di toko tadi dan mungkin tidak akan pernah mau beli di sana lagi. Know your product merupakan salah satu prinsip marketing yang harus dikuasai.

Kenali Produk yang Anda Jual

Minggu, 08 Maret 2015

INIJIE.com New Delicious Post - Reusable Cup : Go Green in a Delicious Way

INIJIE.com New Delicious Post - Reusable Cup : Go Green in a Delicious Way

Link to INIJIE.com - Food and Travel Blog

Reusable Cup : Go Green in a Delicious Way

Posted: 05 Mar 2015 08:46 PM PST

Siapa yang ga suka kopi? Minuman hitam gelap yang bikin hidup kita berwarna *eciee* Ada yang suka menyeruputnya di café *sambil tebar pesona*, ada juga yang doyan takeaway pake paper cups. Keliatan keren gitu kaya eksmud2 :D

 

reusable cups 100persenmentalalam-01

 

Tapi tahukah gaess? 58 miliar paper cups diproduksi setiap tahunnya bagi para penyembah minuman kopi. Dan dari jumlah itu berarti 20 juta pohon ditebang untuk memproduksi paper cups.

 

Otomatis kalo banyak pohon ditebang, maka makin berat lah paru2 dunia untuk mereproduksi udara segar bagi umat manusia. Belum lagi efek global warming, bumi makin panas.. lebih panas dari ngeliat gebetan jalan sama orang lain #eaaa.(...)
Continue reading the complete blog post...


Find my delicious writings on INIJIE