Sabtu, 26 Februari 2011
Senin, 14 Februari 2011
Olahraga Berbahaya Bagi Jantung?
| | |
| Tuesday, 08 February 2011 10:53 Written by Erixco Pranoto |
Liputan6.com, Jakarta: Tak sedikit peolahraga yang menderita serangan jantung atau kematian mendadak saat bermain tenis, menyelam, atau berjalan. Bahkan beberapa artis di Indonesia mengalami serangan jantung setelah bermain sepak bola atau futsal seperti pelawak Srimulat Basuki. Kejadian ini mungkin memberi kesan bahwa olahraga berat berbahaya ke jantung.Berdasarkan sportssafety, kematian mendadak pada atlet muda diperkirakan satu dari 100.000 hingga 300.000 per tahun. Kejadian ini sekitar 12 per tahun pada atlet sekolah tinggi, dengan didominasi laki-laki, Sabtu (5/2). Serangan jantung terjadi ketika darah mengalir ke jantung berkurang atau benar-benar diblokir, yang menyebabkan rasa sakit di dada. Jika tidak segera diobati, jaringan jantung yang terkena akan mati. Sebelum serangan, sebagian besar korban mengalami angina (nyeri dada) yang diprovokasi oleh penyumbatan aliran darah ke jantung. Namun, sepertiga dari semua serangan jantung terjadi tanpa tanda peringatan. Para korban menderita gangguan sporadis aliran darah ke jantung untuk alasan yang tidak diketahui, meskipun mereka secara bertahap merusak jaringan jantung. Bahkan meskipun jantung sudah rusak, individu yang terserang terlihat fit dan kuat. Sebagian besar kematian mendadak dikarenakan cacat jantung bawaan. Hypertrophic cardiomyopathy (HCM) adalah penyebab paling umum tiba-tiba, kematian jantung tak terduga antara usia 12-32 tahun. Penyebab paling umum kedua kematian mendadak adalah kelainan kongenital pada pembuluh darah arteri jantung (congenital coronary artery anomalies). Arteri ini menyuplai darah ke jantung. Kematian mendadak mungkin merupakan tanda pertama dari kondisi ini dan biasanya dipicu oleh olahraga. Sekitar 25 persen mungkin mengalami gejala berupa palpitasi (jantung berdebar) dan syncope (pingsan). Riwayat pribadi atlet dan keluarga juga sangat penting. Namun untuk mendeteksi dari beberapa kondisi yang menyebabkan kematian mendadak pada atlet sangat sulit. Sering, riwayat keluarga merupakan faktor risiko saja. Faktor-faktor yang akan menempatkan atlet pada peningkatan risiko kematian mendadak adalah riwayat keluarga kematian dini, masalah kesehatan yang signifikan dari penyakit kardiovaskuler dalam keluarga dekat, yang lebih muda dari 50 tahun. Sementara riwayat pribadi meliputi pernah mengalami nyeri pada dada, khususnya apabila gejala-gejala tersebut muncul karena dipicu oleh aktivitas olahraga yang dilakukan si atlet, sesak napas yang berlebihan atau kelelahan selama latihan. Sejarah pribadi dari penyakit jantung bawaan hipertensi, palpitasi juga harus diperhatikan.(MEL) |
Kamis, 06 Januari 2011
Makan siang bersama malaikat
Makan siang bersama malaikat
Suatu hari ada seorang anak kecil yang ingin bertemu dengan malaikat. Dia tahu pasti suatu perjalanan yang jauh sekali untuk mencari tempatnya malaikat, maka dia mengepak tasnya dengan kue-kue, beberapa kaleng limun dan memulai perjalanannya.
Ketika dia telah melewati beberapa blok dari rumahnya, dia bertemu dengan seorang nenek yang sedang duduk di taman sambil melihat sekerumpun burung. Anak kecil itu duduk disebelah nenek tua itu. Ketika dia sedang mengambil kaleng limunnya, dia melihat nenek itu kelihatannya lapar, jadi dia menawarkan kuenya. Nenek itu tersenyum. Anak kecil itu begitu senangnya melihat senyum nenek itu, lalu dia memberikan limunnya dan nenek kembali tersenyum kepadanya.
Mereka duduk bersebelahan makan kue, tersenyum tanpa mengatakan apa-apa. Ketika hari menjelang senja, anak itu lelah dan ingin pulang. Dia berdiri dan melangkah pulang. Baru dia beranjak beberapa langkah, dia berbalik dan memeluk si nenek dan dia mendapatkan senyum yang terindah dari apa yang anak ini pernah lihat.
Ketika anak itu sampai di rumah, ibunya kaget dengan senym yang ada di wajah anak itu dan bertanya, "kenapa kau begitu senang hari ini?" Anak itu menjawab, "saya makan siang dengan malaikat." Sebelum ibunya berkata apapun, dia menambahkan, "malaikat itu memiliki senyum yang terindah yang saya pernah lihat."
Saat yang sama si nenek kembali pulang dan ditanya oleh anaknya, "kenapa ibu begitu bahagia hari ini?" Ibu itu menjawab,"saya makan kueh bersama malaikat." Lalu si ibu melanjutkan, "taukah malaikat yang saya temui muda sekali."
Seringkali kita meremehkan artinya sebuah tepukan di bahu, senyum, kata-kata yang menguatkan, mendengar kesulitan orang lain, pujian tulus, perbuatan kepedulian dan semua itu yang membuat makna dalam hidup yang begitu singkat ini.
Langganan:
Postingan (Atom)



Liputan6.com, Jakarta: Tak sedikit peolahraga yang menderita serangan jantung atau kematian mendadak saat bermain tenis, menyelam, atau berjalan. Bahkan beberapa artis di Indonesia mengalami serangan jantung setelah bermain sepak bola atau futsal seperti pelawak Srimulat Basuki. Kejadian ini mungkin memberi kesan bahwa olahraga berat berbahaya ke jantung.