Selasa, 11 Maret 2014

isnuansa dot com: Sarapan Dengan Omelet Cinta

isnuansa dot com: Sarapan Dengan Omelet Cinta


Sarapan Dengan Omelet Cinta

Posted: 11 Mar 2014 03:17 AM PDT

Saatnya kembali ke jalan yang benaaarrr! Hahahaha. Belom bener-bener amat sih, karena makan makanan rumahan ini paling baru 10% dari total makanan yang masuk ke perut, tetapi setidaknya sedikit demi sedikit saya ada kemauan untuk belajar memasak. Biar kantong juga bisa ceria, karena memasak sendiri itu betul-betul bisa menghemat pengeluaran bulanan. Lumayan kan, sisanya bisa buat jalan-jalan, atau sesekali makan enak di restoran yang endeus. *lhoh*

Oke, untuk percobaan pertama ini, saya akan memamerkan keberhasilan saya membuat sarapan sendiri.

Keberhasilan memasak ini nggak bisa dilepaskan dari video memasak yang bertebaran di Youtube. Saya memang masih mengandalkan visual untuk belajar, jadi khusus untuk masak-memasak saya memilih belajar di Youtube dibandingkan di food blogger.

Bahan%2520Omelet%2520Cinta Sarapan Dengan Omelet Cinta

Bahan membuat omelet cinta:

  • 3 butir telur
  • 1 buah wortel ukuran kecil
  • 2 batang daun bawang
  • 1 buah paprika ukuran kecil
  • 1/2 bawang bombay
  • 3 sendok makan Olive Oil
  • garam dan merica secukupnya

Bahan yang saya bikin sudah saya modifikasi dari yang ada di video ya. Yang divideo nggak pakai paprika, tapi saya pakai. Kalau suka pedes, boleh ditambah dengan irisan halus cabai rawit, tetapi karena saya bikin sekalian buat sarapan Diana, jadi kali ini nggak pakai cabai. Untuk rasa pedesnya nanti kalau sudah matang bisa dicocol saos.

Cara membuatnya cukup mudah. Kalau lihat step-stepnya di video, pasti semua bisa bikin. Omelet ini kan cuma kata lain dari telor dadar, hehehe. Wortel, daun bawang, bawang bombay dan paprika dirajang halus, dimasukkan ke dalam telur yang sudah dikocok lepas. Jangan lupa menyisihkan telur yang sudah dikocok sebanyak 3 sendok ya, ke dalam mangkuk kecil. Tambahkan dengan garam dan merica secukupnya ke dalam telur. Lalu dibikin dadar gulung. Nah, biar tampilannya cantik, ikutin deh metode yang ada di video.

Omelet%2520Cinta%2520Isnuansa%25201 Sarapan Dengan Omelet Cinta

Yang penting, memasaknya harus lumayan sabar. Nggak lama kok. Kesalahan saya sebelum melihat video ini, adalah menuangkan seluruh adonan sekaligus ke dalam penggorengan, hahaha. Jadi, matengnya lama, dan sewaktu digulung jadi berantakan. Setelah saya ikutin cara di video, ternyata memang kalau tipis jadi gampang bikin gulungannya, dan tampilannya jadi cantik. Biar nggak lengket, setiap kali mau nuang adonan telur, olesin dulu wajannya dengan Olive Oil ya.

Omelet%2520Cinta%2520Isnuansa%25202 Sarapan Dengan Omelet Cinta

Setelah semua matang, baru deh, dipotong melintang dan disatukan menjadi bentuk love-love. Rekatkan dengan telur yang sudah dipisahkan sebelumnya, dan matangkan sebentar di atas penggorengan. Taraaa, selesai dan siap disantap sebagai sarapan lezat untuk keluarga tercinta.

Biar lebih sehat makanannya, mulai sekarang saya memang memakai Olive Oil. Infonya banyak saya dapatkan dari  @OliveOil_ID dan Bergabunglah di Revolusi Olive Oil. Dan tanggal 11 Maret 2014 tadi, saya ikutan acara “Healthy Food Goes To School"  di SDN Menteng 01 Pagi. Nantikan cerita saya tentang event tersebut di blog ini ya! icon wink Sarapan Dengan Omelet Cinta

Sabtu, 08 Maret 2014

isnuansa dot com: Ngeblog Dimulai Dari Nol

isnuansa dot com: Ngeblog Dimulai Dari Nol


Ngeblog Dimulai Dari Nol

Posted: 07 Mar 2014 07:18 AM PST

Awal saya membuat blog yaitu sekitar tahun 2010 ketika saya sangat mempunyai waktu yang luang sekali (baca: pengangguran) dengan domain yang tak usah disebutkan karena sudah expired, awalnya sih rada canggung mau nulis apa tapi lama-lama terbiasa juga. Mungkin sudah menjadi hal yang biasa bagi seorang blogger “newbie” seperti saya hal yang pertama kali dilakukan dalam ngeblog adalah membuat tampilan blog menjadi bagus dengan menambah widget, plugin dll.

Karena terlalu fokus dalam hal tampilan, hingga saya lupa hal yang terpenting dalam sebuah blog yaitu konten, seperti pepatah asing mengatakan:

Content is the king.

Lalu dari sanalah saya mulai memperbaiki isi blog saya, hasilnya blog saya lumayan rame dan mempunyai pagerank 3 tidak hanya itu! Salah satu brand komputer ternama mengajak kerjasama dengan saya, woow! sumpah saya shocked berat waktu itu serasa pengen lari-larian terus guling-guling.

Tidak hanya sampai disitu, tawaran-tawaran kerjasama pun terus datang dari berbagai pihak. Itulah masa-masa kejayaan saya sebagai blogger kampung. Tapi dimana-mana dalam hal apapun yang namanya “mempertahankan kesuksesan itu jauh lebih sulit daripada meraihnya.

Jadi inget dulu pernah denger seorang blogger tapi gak tau siapa namanya pernah berkata:

eksistensi seorang blogger itu akan diuji setelah kira-kira kurang lebih 2 tahun setelah ia menjadi seorang blogger.

Ternyata dia ada benernya juga, setelah 2 tahun saya ngeblog kesibukan saya yang baru sebagai seorang buruh mulai mengganggu aktifitas ngeblog saya dan sampai akhirnya vakum sama sekali. Ketika bulan januari kemarin domain blog yang lama hampir expired, muncul keinginan saya untuk mulai ngeblog kembali tapi bukan dengan blog lama dengan konsep yang lama tapi dengan membuat blog baru supaya mempunyai blog yang lebih terkonsep rapi.

Dan akhirnya blog ini pun lahir, sekarang saya pun harus mulai semuanya kembali dari nol untuk memperjuangkan sesuatu yang dulu pernah saya raih sebagai blogger, doakan saja semoga ya tetep bisa menjaga eksistensi hehe.

~~~

Artikel ini kiriman Gugun Gumilar, pemilik Bloggerlicious. Teman-teman juga bisa menulis untuk blog ini dengan membaca ketentuannya di halaman Guest Blogger.

Senin, 03 Maret 2014

isnuansa dot com: Shopping Spree Oh Shopping Spree

isnuansa dot com: Shopping Spree Oh Shopping Spree


Shopping Spree Oh Shopping Spree

Posted: 02 Mar 2014 06:35 PM PST

Sedih ya, kalau membaca berita orang yang dikejar-kejar sama penagih hutang, sampai-sampai harus kabur dari rumah dan meninggalkan anaknya telantar. Gara-gara nikmat sesaat, menikmati kemudahan berhutang, eh, nggak kepikiran gimana caranya ngembaliin, karena tahu-tahu jumlahnya sudah besar, jauh melampaui kemampuannya. Jumlah penghasilan bulanan sih mungkin memang besar nominalnya, tetapi kan nggak semuanya bisa langsung untuk membayar tagihan, karena masih banyak kebutuhan pokok yang secara rutin harus dipenuhi setiap bulannya.

Saya ini termasuk orang yang lumayan konvensional. Baik dalam berinvestasi, maupun dalam bertransaksi. Investasi masih terbatas yang pada umumnya dilakukan oleh orang lain juga, menabung di bank. Dan transaksinya juga menggunakan kartu debit. Kenapa? Karena saya pikir, kalau masih bisa dibayar lunas, mengapa perlu berhutang?

Tetapi beberapa tahun lalu saya mulai berpikir juga memiliki kartu kredit. Lumayan, bisa dipakai untuk beberapa hal yang memang mewajibkan penggunanya memiliki kartu kredit. Memverifikasi sebuah alat pembayaran virtual, Paypal, misalnya. Memang bisa sih, menggunakan cara lain selain kartu kredit, tetapi membayangkan ribetnya saya ogah, hehehe.

Salah satu kemudahan lainnya yang begitu saya rasakan dengan kartu kredit adalah mudahnya membayar hosting blog saya di Hostgator. Bisa juga membayar dengan Paypal, tetapi saya orangnya lupaan. Kadang, tagihan datang satu bulan sebelumnya, dan diingatkan satu minggu sebelum jatuh tempo. Kalau pas inget dan nggak terlalu sibuk, bisa langsung bayar. Tapi kalau lagi ribet, mikir, ah, entar aja bayarnya, masih beberapa hari ini batas waktunya. Tahu-tahu, blog udah disuspend aja, hihihi. Kalau ada kartu kredit, aman tentram deh tidur kita. Nggak perlu khawatir blognya bakalan 'menghilang', karena pas pada saat hosting kita jatuh tempo, secara otomatis kita ditagih melalui kartu kredit kita.

Dan yang terakhir, soal membayar tiket pesawat promo. Saya memang bukan orang yang terlalu sering bepergian menggunakan pesawat terbang, tetapi cukup sering juga khilaf, ketika ada tawaran penerbangan dengan harga yang sangat murah, bahkan nol. Tetapi, berburu tiket promo itu tidak mudah. Selain harus rela begadang, juga suka gemes sendiri saat sudah berhasil dapat harga promo yang super duper murah, tetapi harus tetot saat kita centang cara pembayaran melalui ATM. Berkali-kali saya kejadian begitu. Iseng, saya pilih cara pembayaran dengan kartu kredit, dan berhasil!

Dengan kemudahan-kemudahan yang saya dapatkan di atas, nggak nyesel saya punya kartu kredit, meski sampai sekarang limitnya kecil, hahaha..

Tertarik juga sih, kalau ada yang nawarin kartu kredit dengan limit yang lumayan tinggi. Siapa tahu aja rezeki bagus, bisa beli tiket buat jalan-jalan ke luar negeri yang agak jauhan dikit, kan enak tuh. Selama ini masih terkendala karena tiketnya pasti berharga jauh di atas limit kartu kredit saya.

Saat terima undangan dari Standard Chartered Bank yang mau launching kartu kredit Standard Chartered Titanium, saya langsung seneng. Ya siapa tahu dikasih kesempatan punya kartu kredit ini juga. *ngarep dot com* Kalau baca persyaratannya, sudah masuk sih. Keistimewaan  kartu kredit Standard Chartered Titanium ini adalah cash back hingga 3,5% per bulan atau maksimal Rp. 650.000,- Setiap transaksi yang dilakukan, yaitu transaksi ritel, termasuk transaksi bulanan EZ Bill, cicilan bulanan SteadyPay, bakalan diakumulasikan, dan diberikan cash back sesuai perhitungan yang berlaku. Hmmm, lumayan juga yah.

 Shopping Spree Oh Shopping Spree

Jadi hari Rabu kemarin, tanggal 12 Februari 2014 jam 10.30 sampai dengan selesai, melipirlah saya ke  Super Indo Tebet Green, Jalan MT. Haryono Kav. 25-26 Jakarta Selatan memenuhi undangan Standard Chartered Bank. Posisi Super Indo ini nggak jauh lokasinya dari Stasiun Cawang. Ternyata, Standard Chartered Bank kerjasama dengan Super Indo, memberikan manfaat lebih bagi pemegang kartu kredit Standard Chartered Titanium, berupa extra cash back sebesar 10%. Uwow banget yak. Jadi bisa belanja hemat kalau di Super Indo.

Titanium+Card Shopping Spree Oh Shopping Spree

Nah, selain penandatanganan kerjasama Standard Chartered Bank dan Super Indo, hari itu awak media dan blogger yang diundang ‘ditraktir’ dengan merasakan game shopping spree. Seharusnya game ini adalah buat pemegang Standard Chartered Titanium Credit Card, tetapi kami bisa merasakan keseruan berbelanja gratis ini terlebih dahulu. Buat saya, shopping spree ini adalah pengalaman yang pertama kali.

Dalam waktu 5 menit saja, saya ‘melawan’ 10 orang lain wajib berbelanja 15 macam barang, dan di dalamnya ada 3 barang wajib yang harus ada, yang sudah ditentukan panitia. Barang yang ditentukan ini sangat spesifik, jadi susah banget nyarinya. Contoh barang adalah Super Indo 365 air minum dalam kemasan ukuran 1500 ml. Whuaaa, udah ketemu deretan air dalam kemasan pun, musti dipelototin satu per satu baru bisa ketemu.

Sayang, saya didiskualifikasi dalam game ini, karena mengambil barang yang sama lebih dari 1 buah. Nyesek banget sih, lihat 10 peserta lain boleh bawa pulang barang belanjaannya secara gratis. Untungnya, suami lolos. Jadi barang belanjaannya boleh dibawa pulang. Yeay! Dan, dia lolos ke babak final buat dapetin hadiah voucher belanja Super Indo. Ya sudah, saya nyemangatin doang bisanya.

Standart+Chartered Shopping Spree Oh Shopping Spree

Di babak kedua, suami kalah karena tidak berhasil menemukan barang-barang wajib yang sudah ditentukan . Tetapi lumayanlah, bisa belanja Rp. 200.000,- di babak pertama dan Rp. 300.000,- di babak kedua dibayarin Standard Chartered Bank. Jadi total belanjaan Rp. 500.000,- Yeay! Belum lagi, saya dapat beberapa ‘barang hibah’ dari peserta lain yang nyomot barang-barang yang tidak mereka perlukan karena udah kebingungan, waktunya mepet sedangkan jumlah barangnya belum sampai 15 buah, hehehe.

Pengen juga ngerasain serunya BELANJA GRATIS kayak saya? Dateng aja pada tanggal seperti di bawah. Yang belum punya kartu kredit  Standard Chartered Titanium, boleh kok apply di tempat. icon wink Shopping Spree Oh Shopping Spree

Lokasi Super Indo:
  • Sabtu, 15 Maret 2014 Pukul 14:00 WIB di Super Indo Bintaro
  • Sabtu, 22 Maret 2014 Pukul 14:00 WIB di Super Indo Mampang
  • Sabtu, 29 Maret 2014 Pukul 14:00 WIB di Super Indo Sport Mall Kelapa Gading